Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya

Wayang Golek adalah kesenian sandiwara wayang khas dari Pasundan/Sunda. Dalang yang paling sering saya dengar sehari-hari adalah Pak Asep Sunandar Sunarya. Seperti wayang lainnya, cerita bersumber dari cerita ramayana dan mahabarata (Hindu). Namun kini banyak disesuaikan dengan ajaran Islam seperti yang dilakonkan oleh pak Asep Sunandar. Dalam wayang golek juga muncul karakter baru yang namanya Cepot, padahal di cerita Ramayananya gag ada sama sekali yang namanya Cepot.

Di keluarga, yang sering menyimak wayang golek baik dari radio maupun tv adalah kakek saya (almh) yang ternyata menurun kepada kakak saya. Saya dari kecil tak begitu tertarik sama wayang golek. Bikin ngantuk dan gag ngerti. Solanya gak kenal tokoh2nya.. Yang tau cuma cepot doang.

Tapi semenjak dikasih rekaman2 dari temen, kok saya jadi makin suka dengerin wayang ya,, heuheue.. Saya perhatikan banyak sekali hal-hal yang membuat saya kagum dalam satu kali pertunjukan wayang golek, apalagi wayang golek semalam suntuk. Saya kagum karena secara teknis, dalang adalah orang yang cerdas dan tentu memiliki fisik yang kuat (bayangin aja semalam suntuk, tanpa sedikitpun kelihatan ngantuk bisa memainkan puluhan karakter dengan sangat bersih). Perlu juga keterampilan untuk melempar humor2 yang cerdas. Dalang sangat terampil membawakan cerita hingga kita tak sadar bahwa dari sekian tokoh wayang (bisa sampai puluhan tokoh) yang tampil ternyata di dubbing hanya oleh satu orang saja. Gile, dengan begitu sang dalang perlu menjadi masing-masing tokoh secara mendalam (dan tokoh tersebut terkadang memiliki karakter yang sangat bertolak belakang). Belum lagi jika terlibat dalam percakapan antar tokoh yang hampir bersamaan. Belum lagi tim latar musik, sinden dan lainnya yang harus mengalir sesuai dengan cerita yang dibawakan. Bagi saya, dalang adalah seorang yang cerdas dan jenius.

Disamping itu, banyak nasehat dan pelajaran yang dapat diambil dalam cerita wayang tersebut. Namun sayang sekali apresiasi pemerintah terhadap kesenian ini sangatlah kurang.

Semalam saya senang sekali karena kebetulan saat dengerin radio, RRI Jakarta sedang menanyangkan live pertunjukan wayang semalam suntuk dengan dalang pak Asep Sunandar Sunarya dalam rangka HUT Radio ampe jam 3 pagi. Heuhue,,, mantaf ceritanya, begitu seru, sangat berkualitas.. Huff, tak sabar saya menunggu pertunjukan wayang golek lainnya.

UPDATE

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Dalang wayang golek khas Sunda, Asep Sunandar Sunarya meninggal dunia di RS Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (31/3). Asep tutup usia pada pukul 14.20 WIB akibat serangan jantung yang dialaminya.

Innalillahi wa inna ilaihi rojium, semoga beliau diterima amal perbuatannya dimudahkan di alam kuburnya. Amin.

About these ads

2 thoughts on “Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s